CHAT Via WhatsApp

Dilihat : 164 kali

cone traffic / Kerucut lalu lintas

Pernahkah mendengar traffic cone? Mungkin, nama ini masih terdengar asing di telinga Anda. Namun, jika melihat benda berbentuk kerucut warna oranye di jalan, maka Anda baru memahami bahwa itulah yang dinamakan traffic cone. Traffic cone adalah kerucut lalu lintas dengan warna oranye mencolok yang kerap kamu temui di jalan raya. Namun, apakah kamu sudah tahu apa fungsi dari traffic cone?
Dalam kamus Cambridge, traffic cone diartikan sebagai benda berbentuk kerucut berwarna merah-putih atau kuning yang digunakan untuk menjauhkan kendaraan dari suatu area jalan untuk sementara waktu.

Dikutip dari situs Polda Kepulauan Riau (Kepri), traffic cone atau kerucut lalu lintas merupakan penanda lalu lintas yang sifatnya sementara. Traffic cone memiliki bahan dasar plastik atau karet dan diharuskan memiliki warna mencolok, seperti oranye atau merah dan dilengkapi dengan pemantul cahaya.
Salah satu bahan pemantul cahaya yang digunakan adalah retroreflective. Bahan ini digunakan agar traffic cone dapat terlihat di malam hari atau di jalanan yang gelap.

Kerucut lalu lintas adalah perangkat pengaturan lalu lintas yang bersifat sementara berupa kerucut yang terbuat dari plastik atau karet. Traffic Cone atau yang biasa disebut sebagai kerucut lalu lintas merupakan perangkat yang digunakan untuk pengaturan lalu lintas dan memiliki sifat sementara. Biasanya perangkat tersebut dipakai untuk mengatur lalu lintas karena sedang ada perbaikan jalan, kecelakaan di jalan raya ataupun menyeberangkan anak sekolah. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa traffic cone memiliki ciri-ciri berbentuk kerucut, terbuat dari plastik atau karet, memiliki warna mencolok, dan dilengkapi dengan pemantul cahaya atau memiliki ciri spesifik yang mudah dikenali yakni berbentuk kerucut dan memiliki warna mencolok perpaduan warna oranye dan putih. Kerucut lalu lintas sendiri pada umumnya terbuat dari karet dan plastik.

Fungsi traffic cone secara umum adalah untuk mengarahkan atau mengalihkan lalu lintas. Rambu ini biasanya digunakan untuk memberi tanda kepada pengendara kendaraan mengenai pengalihan jalur ketika terjadi perbaikan jalan atau proyek tertentu.

Menilik sejarah Traffic Cone, kerucut lalu lintas dibuat pada tahun 1914 oleh Charles P Rudabaker. Saat itu pria berkebangsaan Amerika tersebut membuat Traffic Cone menggunakan beton dan semen untuk digunakan di kota New York. Sementara di Inggris kerucut lalu lintas pertama kali dipakai oleh polisi pada tahun 1950-an, dan pembuatan Traffic Cone saat itu dari kayu. Namun semakin berkembangnya jaman, pada tahun 1961 bahan yang digunakan untuk membuat kerucut lalu lintas adalah plastik PVC yang didesain oleh David Morgan dari Oxford.

Namun semakin berkembangnya teknologi pembuatan Traffic Cone ditambahkan bahan retroreflective. Kelebihan bahan tersebut daripada bahan plastik maupun karet saja adalah bisa memantulkan cahaya, hal ini membuat kerucut lalu lintas aman untuk digunakan saat malam hari di posisi yang gelap. Dengan adanya pantulan cahaya pada Traffic Cone tersebut maka akan membuat pengendara tahu bahwa pada area tersebut ada kerucut lalu lintas.

Traffic Cone saat ini harus sesuai dengan standar BS EN 13422 yakni untuk menentukan sudut vertikal dan beratnya. Kerucut lalu lintas juga memiliki banyak ukuran, dimana setiap ukuran mempunyai peletakan yang berbeda.

Jika Traffic Cone mempunyai ukuran semakin besar, maka akan ditaruh pada lintasan dengan laju kendaraan cepat. Manfaat kerucut lalu lintas tidak hanya berguna di jalan raya tapi juga di dalam ruangan. Manfaat Traffic Cone dalam ruangan adalah sebagai penanda untuk kondisi berbahaya, semisal untuk menandai lantai licin.

Berikut merupakan ukuran serta berat Traffic Cone yang sesuai dengan penggunaan:
Standar Ukuran Traffic Cone
Berdasarkan ulasan dari situs Polda Kepri, disebutkan bahwa traffic cone memiliki standar ukuran dan berat yang berbeda-beda tergantung dengan penggunanya. Pasalnya, traffic cone sendiri saat ini tidak hanya digunakan di jalan raya, namun juga dapat digunakan di dalam ruangan (indoor). Adapun standar ukuran dan berat traffic cone yang dimaksud sebelumnya adalah sebagai berikut:

Ukuran 12 inch (305 mm) dengan berat 0.68 kg (umumnya digunakan untuk indoor dan outdoor)
Ukuran 18 inch (457 mm) dengan berat 1.4 kg (umumnya digunakan untuk pembatas atau penanda saat pengecatan jalan raya)
Ukuran 28 inch (711 mm) dengan berat 3.2 kg (umumnya digunakan untuk pengaturan lalu lintas di jalan lokal (bukan tol))
Ukuran 36 inch (914 mm) dengan berat 4.5 kg (umumnya dipasang di jalan tol).


Tag :

cone traffic / Kerucut lalu lintas

Pernahkah mendengar traffic cone? Mungkin, nama ini masih terdengar asing di telinga Anda. Namun, jika melihat benda berbentuk kerucut warna oranye di jalan, maka Anda baru memahami bahwa itulah yang dinamakan traffic cone. Traffic cone adalah kerucut lalu lintas dengan warna oranye mencolok yang kerap kamu temui di jalan raya. Namun, apakah kamu sudah tahu apa fungsi dari traffic cone?
Dalam kamus Cambridge, traffic cone diartikan sebagai benda berbentuk kerucut berwarna merah-putih atau kuning yang digunakan untuk menjauhkan kendaraan dari suatu area jalan untuk sementara waktu.

Dikutip dari situs Polda Kepulauan Riau (Kepri), traffic cone atau kerucut lalu lintas merupakan penanda lalu lintas yang sifatnya sementara. Traffic cone memiliki bahan dasar plastik atau karet dan diharuskan memiliki warna mencolok, seperti oranye atau merah dan dilengkapi dengan pemantul cahaya.
Salah satu bahan pemantul cahaya yang digunakan adalah retroreflective. Bahan ini digunakan agar traffic cone dapat terlihat di malam hari atau di jalanan yang gelap.

Kerucut lalu lintas adalah perangkat pengaturan lalu lintas yang bersifat sementara berupa kerucut yang terbuat dari plastik atau karet. Traffic Cone atau yang biasa disebut sebagai kerucut lalu lintas merupakan perangkat yang digunakan untuk pengaturan lalu lintas dan memiliki sifat sementara. Biasanya perangkat tersebut dipakai untuk mengatur lalu lintas karena sedang ada perbaikan jalan, kecelakaan di jalan raya ataupun menyeberangkan anak sekolah. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa traffic cone memiliki ciri-ciri berbentuk kerucut, terbuat dari plastik atau karet, memiliki warna mencolok, dan dilengkapi dengan pemantul cahaya atau memiliki ciri spesifik yang mudah dikenali yakni berbentuk kerucut dan memiliki warna mencolok perpaduan warna oranye dan putih. Kerucut lalu lintas sendiri pada umumnya terbuat dari karet dan plastik.

seobaca

Fungsi traffic cone secara umum adalah untuk mengarahkan atau mengalihkan lalu lintas. Rambu ini biasanya digunakan untuk memberi tanda kepada pengendara kendaraan mengenai pengalihan jalur ketika terjadi perbaikan jalan atau proyek tertentu.

Menilik sejarah Traffic Cone, kerucut lalu lintas dibuat pada tahun 1914 oleh Charles P Rudabaker. Saat itu pria berkebangsaan Amerika tersebut membuat Traffic Cone menggunakan beton dan semen untuk digunakan di kota New York. Sementara di Inggris kerucut lalu lintas pertama kali dipakai oleh polisi pada tahun 1950-an, dan pembuatan Traffic Cone saat itu dari kayu. Namun semakin berkembangnya jaman, pada tahun 1961 bahan yang digunakan untuk membuat kerucut lalu lintas adalah plastik PVC yang didesain oleh David Morgan dari Oxford.

Namun semakin berkembangnya teknologi pembuatan Traffic Cone ditambahkan bahan retroreflective. Kelebihan bahan tersebut daripada bahan plastik maupun karet saja adalah bisa memantulkan cahaya, hal ini membuat kerucut lalu lintas aman untuk digunakan saat malam hari di posisi yang gelap. Dengan adanya pantulan cahaya pada Traffic Cone tersebut maka akan membuat pengendara tahu bahwa pada area tersebut ada kerucut lalu lintas.

Traffic Cone saat ini harus sesuai dengan standar BS EN 13422 yakni untuk menentukan sudut vertikal dan beratnya. Kerucut lalu lintas juga memiliki banyak ukuran, dimana setiap ukuran mempunyai peletakan yang berbeda.

Jika Traffic Cone mempunyai ukuran semakin besar, maka akan ditaruh pada lintasan dengan laju kendaraan cepat. Manfaat kerucut lalu lintas tidak hanya berguna di jalan raya tapi juga di dalam ruangan. Manfaat Traffic Cone dalam ruangan adalah sebagai penanda untuk kondisi berbahaya, semisal untuk menandai lantai licin.

Berikut merupakan ukuran serta berat Traffic Cone yang sesuai dengan penggunaan:
Standar Ukuran Traffic Cone
Berdasarkan ulasan dari situs Polda Kepri, disebutkan bahwa traffic cone memiliki standar ukuran dan berat yang berbeda-beda tergantung dengan penggunanya. Pasalnya, traffic cone sendiri saat ini tidak hanya digunakan di jalan raya, namun juga dapat digunakan di dalam ruangan (indoor). Adapun standar ukuran dan berat traffic cone yang dimaksud sebelumnya adalah sebagai berikut:

Ukuran 12 inch (305 mm) dengan berat 0.68 kg (umumnya digunakan untuk indoor dan outdoor)
Ukuran 18 inch (457 mm) dengan berat 1.4 kg (umumnya digunakan untuk pembatas atau penanda saat pengecatan jalan raya)
Ukuran 28 inch (711 mm) dengan berat 3.2 kg (umumnya digunakan untuk pengaturan lalu lintas di jalan lokal (bukan tol))
Ukuran 36 inch (914 mm) dengan berat 4.5 kg (umumnya dipasang di jalan tol).

seobaca

Pusat Bollard Kapal Berkualitas Melayani Pengiriman Ke Kabupaten Bulungan Hub 0821 3306 0461

Posting by Admin

Pusat Bollard Kapal Berkualitas Melayani Pengiriman Ke Kabupaten Bulungan Hub 0821 3306 0461 CV. GRATIA RUBBER GROUP Kami Supplier rubber, parking system, security system dan safety equipment telah mendistribusikan ke seluruh Indonesia. Beberapa produk yang kami produksi di antaranya:Rubber Fender MRubber Fender VRubber fender ConeRubber fender CellRubber fender CylinderRubber Bumper DPneumatic FenderElastomer



5 Kali